Visi

Dengan dilandasi iman dan taqwa menjadikan siswa yang berkualitas, berbudi pekerti luhur dan disiplin tinggi

Salam

......*** assalaamu'alaikum ***......
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban

Selamat datang bagi para pengunjung...
silahkan memanfaatkan Blog SMP YPI Al-Huda untuk kemajuan pendidikan

04 Januari 2012

Macam-macam Pendekatan Pembelajaran

1.      PENDEKATAN KONSTEKTUAL
2.      PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME
3.      PENDEKATAN  DEDUKTIF
4.      PENDEKATAN INDUKTIF
5.      PENDEKATAN KONSEP
6.      PENDEKATAN PROSES
7.      PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT


Penjelasan
1.      PENDEKATAN KONSTEKTUAL
Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education,2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya.
Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu:
a.     Mengaitkan. 
Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa.
b.    Mengalami. 
Guru berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahuan sebelumnya.
c.     Menerapkan. 
     Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.
d.      Kerjasama. 
Guru menciptakan situasi dimana siswa dapat saling bekerjasama. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata.
e.      Mentransfer. 
Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan

2.      PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME
Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.
Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.
Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme
a.   Pengembangan pengetahuan dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori.
b.   Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.
c.   Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari.
d.   Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari

3.      PENDEKATAN  DEDUKTIF
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatu yang khusus.
Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.

4.      PENDEKATAN INDUKTIF
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.
Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus  menuju keadaan umum
Perbedaan Pendekatan Deduktif dan Induktif
Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh. Sebagai contoh,premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif. Sebaliknya,teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi.

5.      PENDEKATAN KONSEP
Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.
Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.
Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu,
a.      Tahap enaktik
Tahap enaktik dimulai dari:
-  Pengenalan benda konkret.
-  Menghubungkan dengan pengalaman lama atau 
    berupa pengalaman baru.
-  Pengamatan,penafsiran tentang benda baru
b.      Tahap simbolik
Tahap simbolik siperkenalkan dengan:
-  Simbol,lambang,kode,seperti angka,huruf. kode, 
    seperti (?=,/) dll.
-  Membandingkan antara contoh dan non-contoh.
-  Memberi nama, dan istilah serta defenisi.
c.       Tahap ikonik
Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak, seperti:
-  Menyebut nama, istilah, defmisi, apakah siswa 
   sudah mampu mengatakannya

6.      PENDEKATAN PROSES
pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.
Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam bekerja dan sebagainya.

7.      PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT
Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains, teknologi, dan isu yang ada di masyarakat. Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM), atau pendekatan Science, Technology and Society (STS) atau pendekatan Science Technology Society and Environtment (STSE) atau pendekatan Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat (STLM) merupakan  gabungan antara pendekatan konsep, keterampilan proses, CBSA, Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan. Yang intinya sama yaitu Environtment, yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan.
Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan,sehingga mampu  mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah  diambilnya
Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme, yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.

Tidak ada komentar:

__^^^^__****_______wassalaamu'alaikum_______****__^^^^__

Kami menunggu kunjungan anda berikutnya...

Jayalah SMP YPI Al-Huda-ku !!!!!!

Jayalah Pendidikan Indonesia !!!!!!