Visi

Dengan dilandasi iman dan taqwa menjadikan siswa yang berkualitas, berbudi pekerti luhur dan disiplin tinggi

Salam

......*** assalaamu'alaikum ***......
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban

Selamat datang bagi para pengunjung...
silahkan memanfaatkan Blog SMP YPI Al-Huda untuk kemajuan pendidikan

13 Februari 2012

"erep-erep" = Sleep Paralysis

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.
Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.
Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.
Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.
Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.
Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.
Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama
Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.

(Berbagai Sumber)

6 komentar:

Anonim mengatakan...

kita harus memanfaatkan teknologi untuk menambah wawasan pemblajaran kita

Anonim mengatakan...

kita harus mnambah wawasan pembelajaran melalui internrt dan memanfaat kan nya

Anonim mengatakan...

kita harus mnambah wawasan pembelajaran melalui internrt dan memanfaat kan nya

Siswa mengatakan...

Erep-ereup ternyata bukan diakibatkan oleh makhluk halus...

soni setiadi mengatakan...

tapi apakah berbhaya bagi kshatan eurep erep itu ?

soni setiadi mengatakan...

tapi apakah berbhaya bagi kshatan erep erep itu ?

__^^^^__****_______wassalaamu'alaikum_______****__^^^^__

Kami menunggu kunjungan anda berikutnya...

Jayalah SMP YPI Al-Huda-ku !!!!!!

Jayalah Pendidikan Indonesia !!!!!!